Obat asam lambung (maag)
Makan tidak teratur tidak baik untuk kesehatan. Hampir semua orang
mengetahui hal ini. Tapi masih banyak juga yang mengabaikannya, baik
karena sibuk ataupun malas makan. Akibat dari kebiasaan buruk ini adalah
penyakit lambung, seperti maag (gastritis). Jika sakit lambung ini
kambuh, kadang orang baru menyadri pentingnya makan teratur.
Maag dapat terjadi karena adanya luka didalam lambung. Luka ini bisa
terjadi karena adanya zat korosif dalam lambung dalam jumlah yang
berlebihan. Hal ini terjadi karena adanya enzim pepsin dan Asam lambung.
Kedua zat ini merupakan enzim dan zat yang dibutuhkan dalam proses
pencernaan makanan. Bila lambung dalam keadaan kosong, maka zat-zat
tersebut diatas akan mengiritasi dinding lambung. Inilah yang
menyebabkan terjadinya rasa nyeri.
Beberapa keadaan, seperti stress dan marah dapat memicu terjadinya
sakit lambung. Jadi orang temperamental lebih beresiko terhadap maag.
Infeksi bakteri Helicobakter Pylori juga bisa menyebabkan tukak lambung.
Jika ada infeksi, pemberian obat antibiotik tidak dapat dihindarkan.
Gejala kambuhnya sakit lambung (maag, gastritis) sangat khas.
Nyeri di lambung dan ulu hati, melilit, kembung dan kadang disertai
mual dan muntah. Meski gejalanya hampir serupa, namun sakit lambung
(maag, gastritis, tukak) dibedakan menjadi :
Gastritis bakterialis biasanya merupakan akibat dari infeksi oleh
Helicobacter pylori (bakteri yang tumbuh di dalam sel penghasil lendir
di lapisan lambung).
Gastritis karena stres akut, merupakan jenis gastritis yang paling
berat, yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang
terjadi secara tiba-tiba.
Gastritis erosif kronis bisa merupakan akibat dari bahan iritan
seperti obat-obatan, terutama aspirin dan analgesik non-steroid,
penyakit Crohn dan infeksi baik virus maupun bakteri. Gastritis ini
terjadi secara perlahan pada orang-orang yang sehat, bisa disertai
dengan perdarahan atau pembentukan ulkus (borok, luka terbuka).
Obat Sakit Lambung (Maag, Gastritis)
Obat sakit maag, jika tidak disertai infeksi, bekerja dengan 3 cara,
yaitu menetralkan asam lambung, mengurangi produksi asam lambung dan
melindungi dinding lambung.
Obat yang menetralkan asam lambung disebut antasida. Obat jenis ini
banyak beredar, diantaranya Mylanta, Sanmaag, Promaag, Farmacrol,
Plantacid. Obat ini berisi zat basa yang akan menetralkan asam lambung
dan juga menginaktifkan pepsin.
Obat yang mengurangi produksi asam lambung terdiri dari H2 blocker,
seperti cimetidin, ranitidin. Obat ini memblokade reseptor H2 sehingga produksi asam lambung
akan terkurangi.
Jenis yang lain adalah proton pump inhibitor. Obat ini bekerja dengan
menghambat pompa proton pada saat terjadinya produksi asam lambung.
Dengan penghambatan pompa proton ini, produksi asam lambung akan
terkurangi. Obat jenis ini misalnya lansoprazole dan omeprazole.
Jenis berikutnya adalah pelindung dinding lambung. Obat ini bekerja
dengan cara melapisi dinding lambung sehingga terlindungi dari sifat
iritasi pepsin dan asam lambung. Sukralfat dan
fucoidan merupakan obat yang secara luas digunakan
untuk melindungi asam lambung.
Jika gastritis tersebut diserati infeksi, maka obat antibiotik
diberikan untuk mengatasi infeksi tersebut. Bakteri Helicobakter Pylori
merupakn bakteri penyebab tukak lambung. Obat yang efektif untuk bakteri
ini adalah amoxisilin, dan metronidazol.
Meski banyak tersedia obat lambung yang manjur, namun tindakan
terbaik adalah pencegahan. Jadi makanlah dengan teratur dan jaga
kebersihan agar tidak terjadi infeksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar